Powered By Blogger
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 November 2014

GANGGUAN KATUB JANTUNG


Mekanisme Perubahan Dan Penutupan Katup

 

Ciri aliran katup normal

·Searah

·Tidak dihalangi

Katup akan membuka bila tekanan dalam ruang yang terletak pada daerah proksimal dari katup lebih besar dari tekanan dalam ruangan dibalik katup.

 

Gangguan Fungsional Katup

 

1. Insufisiensi Valvular (Regurgitasi Valvular)

     Daun katup tidak dapat menutup sempurna/ rapat sehingga darah akan mengalir balik

2. Stenosis Valvular

     Daun katup tidak dapat membuka dengan sempurna karena mengalami penyempitan sehingga aliran darah mengalami hambatan.

 

Lesi campuran     : Fungsi kedua katup terganggu

Lesi murni            : Terjadi sendiri/tidak bersamaan

 

Disfungsi katup akan menyebabkan kerja jantung meningkat sehingga mengakibatkan dilatasi ruang dan hipertropi otot sebagai mekanisme kompensasi jantung.

 

Patofisiologi

 

Kelainan katup dapat disebabkan oleh :

1. Demam reumatik

2. Endokarditis bakterialis

3. Ruptur muskulus papilaris karena aterosklerosis koroner

4. Kelainan kongenital seperti kelainan bentuk defak jaringan penyambung sejak lahir

 

Demam reumatik terjadi akibat faringitis oleh streptococcus b hemoliticus Grup A

Mekanisme yang mungkin pada demam reumatik adalah :

a. Respon hyperimun dan bersifat autoimun atau allergik

b. Efek langsung streptococcus atau racunnya

 


Minggu, 19 Juni 2011

SISTEM SYARAF

FISIOLOGI SISTEM PERSARAFAN


Sistem persarafan terdiri dari otak, medulla spinalis,dan saraf perifer
Struktur2 tersebut bertanggung jawab utk control dan koordinasi aktivitas sel2 tubuh melalui impuls elektrik.
Neuron adl unit utama system saraf dan merupakan sel yg sangat khusus.
Sel saraf/neuron terdiri dari badan sel,akson dan dendrite.
Dendrit mrpkan gerigi yg byk bercabang yg berfungsi sebagai penghubung antar sel saraf

• OTAK

Otak di bagi menjadi 3 bagian yaitu serebrum/otak besar, serebelum/ otak kecil dan batang otak

a. Serebrum
Serebrum terbagi 4 lobus yaitu :
- Lobus frontal
Bagian ini berfg utk mengontrol prilaku individu,membuat keputusan,kepribadian dan menahan diri
- Lobus parietal
Bagian ini berfg utk menginterprestasikan sensasi,mengatur individu mampu mengetahui posisi dan letak bagian tubuhnya
- Lobus temporal
Bagian ini berfg utk mengintegrasikan sensasi kecap,bau dan pendengaran
- Lobus oksipital
Bagian ini berfg utk menginterpretasikan penglihatan


Diensefalon mrpkan fossa bg tengah serebrum yg berisi thalamus,hipotalamus dan hipofisis
Talamus berfg sbg pusat penyambung sensasi baud an sensasi nyeri
Hipotalamus berfg utk mengontrol saraf otonom,mengatur suhu tubuh,sebagai pusat lapar, pengatur tidur, pengatur tekanan darah,prilaku agresif dan seksual.
Kelenjar hipofisis berfg mengatur kelenjar2 tubuh dalam sekresi hormone.




b. Serebelum/ otak kecil
Serebelum terletak pd fossa posterior/belakang kepala
Serebelum berfg utk merangsang,menghambat dan bertanggung jawab yg luas thd koordinasi dan gerakan halus, mengontrol gerakan yg benar,keseimbangan,posisi dan mengintegrasikan input sensorik.

c. Batang otak
Batang otak terdiri dari
- Otak tengah
Bagian ini berisi jalur sensorik dan motorik dan sebagai pusat
reflek pendengaran dan penglihatan.
- Pons
berfg sbg jaras2 sensorik dan motorik
- Medulla oblongata
Berfg sbg penghubung jaras2 saraf dari otak ke medulla spinalis



• MEDULLA SPINALIS
Medulla spinalis berfg sbg penghubung otak dan saraf perifer
Medulla spinalis tersusun dari segmen2 yaitu:
- Servikal 7 segmen
- Torakal 12 segmen
- Lumbal 5 segmen
- Sakral 5 segmen
- Koksigis 5 segmen

Medulla spinalis panjangnya + 45 cm dari foramen magnum di dasar tengkorak sampai bagian atas lumbal ke 2 tulang belakang


Fungsi medulla spinalis sbb :

- Pusat gerakan otot- otot tubuh

- Mengurus kegiatan reflek2 spinalis

- Menghantarkan rangsangan dari otot ke otak

- Mengadakan komunikasi antara otak dg semua bagian tubuh

- Sebagai penghubung antar segmen medulla spinalis


SIRKULASI OTAK

Sirkulasi otak menerima + 20 % dari curah jantung atau 750 ml per menit.
Sirkulasi otak samgat di butuhkan karena otak tidak menyimpan makanan sementara mempunyai matabolisme yg tinggi.
Arteri2 yg mensuplai darah ke otak adl 2 arteri karotis interna dan 2 arteri vertebral.
Sistem saraf pusat tdk dpt di masuki beberapa zat yg ada dlm sirkulasi karena adanya barier darah otak.



SARAF OTONOM
Saraf otonom disebut jg saraf tak sadar yaitu saraf2 yg bekerjanya tidak dpt di sadari dan bekerja secara otomatis.
Contoh saraf otonom adl sekresi semua digestive ( sal. pencernaan),
Sekresi kel. Keringat,aktivitas kelenjar endokrin,aktivitas jantung dll.
Menurut fungsinya susunan saraf otonom di bagi 2 yaitu

1. Sistim simpatis
Fg serabut saraf simpatis adl :
- mensarafi otot jantung
- mensarafi pembuluh darah
- mempertahankan tonus semua otot sadar
- mensarafi kelenjar keringat


2. Sistim parasimpatis
Fg serabut saraf parasimpatis
- merangsang sekresi kelenjar air mata
- mensarafi kelenjar ludah
- mensarafi sebagian besar alat tubuh yaitu jantung,paru-paru,ginjal,hepar dll
- mensarafi kolon,sigmoid,rectum,vesika urinaria,dan alat kelamin

Saraf simpatis dan saraf parasimpatis bekerja secara berlawanan
Contoh : rangsangan simpatis mempercepat denyut jantung sedangkan rangsangan parasimpatis memperlambat denyut jantung dsb



GERAK REFLEKS

Gerak refleks adl suatu gerakan yg terjadi secara tiba-tiba di luar kesadaran kita.
Proses terjadinya gerak refleks sbb :
Organ sensorik menerima impuls ( kulit ) menghantarkan impuls ke sel ganglion dan diteruskan menuju pd kornu posterior medulla spinalis
Sumsum tlg belakang menghubungkan antara impuls menuju kornu anterior medulla spinalis,sel saraf motorik menerima impuls tsb dan menghantarkan ke serabut motorik dan organ yg menerima impuls melaksanakan gerakan.
Penyebab timbulnya gerak refleks adl
- Terkena benda yg panas
- Tersentuh benda yg panas
- Kerena suatu peristiwa
- Terkena benda tajam dll


www.sbc-umroh.com/www.maknajiwa.blogspot.com/info bambang Hermanto hp:085669780103/08127924881

Minggu, 20 Februari 2011

SEPUTAR HEPATITIS?...


HEPATITIS
Hepatitis adalah infeksi sistemik oleh virus di sertai nekrosis dan inflamasi pada sel2 hati.
Masa inkubasi virus hep. A   2 -6 mg dan hep. B   1,5 – 6 bln
Tipe dan etiologi hepatitis virus sbb
         Hep.   A di sebabkan oleh virus hep A
         Hep.   B di sebabkan oleh virus hep B
         Hep.   C di sebabkan oleh virus hep C
         Hep.   D di sebabkan oleh virus hep D
         Hep.   E di sebabkan oleh virus hep E
Penularan :
         Hep. A & E oral  - Fekal
         Hep. B, C & D  Parenteral
Manifestasi klinis di bagi 3 stadium yaitu
a.     Stadium preikterik
b.     Stadimu ikterik
c.      Stadium post ikterik
Stadium preikterik  (4- 7 hr ) sbb
         Sakit kepala
         Badan lemah
         Anoreksia
         Mual muntah
         Demam
         Nyeri perut kanan atas
         Urine coklat
         Stadium ikterik (3 -6 mg ):
     * Ikterus ( mula2 pd sklera mata kmd ke kulit)
     * Badan lemah
     * Anoreksia
     * Hepatomegali
     * Nyeri tekan pd hati
     * Tinja berwarna kelabu / kuning muda
-         Stadium post ikterik
    * IKterus mereda
    * Warna urine dan timja normal
Evaluasi diagnostik :
         Pemeriksaan urine dan tinja
         Pemeriksaan darah : test fungsi hati SGOT/SGPT (4-10 x Normal)
         Anti HAV
         HBs AG
         Biopsi hati
         USG
Penatalaksanaan :
         Tirah baring
         Diet :cukup kalori,dan pembatasan protein
         Obat2an :berikan obat2an untuk melindungi hati.

www.sbc-umroh.com/www.maknajiwa.blogspot.com/info bambang Hermanto hp:085669780103/08127924881

Selasa, 08 Februari 2011

PENGETAHUAN


FISIOLOGI SISTEM PERSARAFAN


Sistem persarafan terdiri dari otak, medulla spinalis,dan saraf perifer
Struktur2 tersebut bertanggung jawab utk control dan koordinasi aktivitas sel2 tubuh melalui impuls elektrik.
Neuron adl unit utama system saraf dan merupakan sel yg sangat khusus.
Sel saraf/neuron terdiri dari badan sel,akson dan dendrite.
Dendrit mrpkan gerigi yg byk bercabang yg berfungsi sebagai penghubung antar sel saraf

·        OTAK

Otak di bagi menjadi 3 bagian yaitu serebrum/otak besar, serebelum/ otak kecil dan batang otak

a.     Serebrum
Serebrum terbagi 4 lobus yaitu :
-         Lobus frontal
Bagian ini berfg utk mengontrol prilaku individu,membuat keputusan,kepribadian dan menahan diri
-         Lobus parietal
Bagian ini berfg utk menginterprestasikan sensasi,mengatur individu mampu mengetahui posisi dan letak bagian tubuhnya
-         Lobus temporal
Bagian ini berfg utk mengintegrasikan sensasi kecap,bau dan pendengaran
-         Lobus oksipital
Bagian ini berfg utk menginterpretasikan penglihatan


Diensefalon mrpkan fossa bg tengah serebrum yg berisi thalamus,hipotalamus dan hipofisis
Talamus berfg sbg pusat penyambung sensasi baud an sensasi nyeri
Hipotalamus berfg utk mengontrol saraf otonom,mengatur suhu tubuh,sebagai pusat lapar, pengatur tidur, pengatur tekanan darah,prilaku agresif dan seksual.
Kelenjar hipofisis berfg mengatur kelenjar2 tubuh dalam sekresi hormone.




b.    Serebelum/ otak kecil
Serebelum terletak pd fossa posterior/belakang kepala
Serebelum berfg utk merangsang,menghambat dan bertanggung jawab yg luas thd koordinasi dan gerakan halus, mengontrol gerakan yg benar,keseimbangan,posisi dan mengintegrasikan input sensorik.

c.      Batang otak
Batang otak terdiri dari
-         Otak tengah
     Bagian ini berisi jalur sensorik dan motorik dan sebagai pusat
     reflek pendengaran dan penglihatan.
-         Pons
     berfg sbg jaras2 sensorik dan motorik
-         Medulla oblongata
Berfg sbg penghubung jaras2 saraf dari otak ke medulla spinalis



·        MEDULLA SPINALIS
Medulla spinalis berfg sbg penghubung otak dan saraf perifer
Medulla spinalis tersusun dari segmen2 yaitu:
- Servikal     7 segmen
- Torakal     12 segmen
- Lumbal       5 segmen
- Sakral         5 segmen
- Koksigis      5 segmen

Medulla spinalis panjangnya  + 45 cm dari foramen magnum di dasar tengkorak sampai bagian atas lumbal ke 2 tulang belakang


Fungsi medulla spinalis sbb :

-         Pusat gerakan otot- otot tubuh

-         Mengurus kegiatan reflek2 spinalis

-         Menghantarkan rangsangan dari otot ke otak

-         Mengadakan komunikasi antara otak dg semua bagian tubuh

-         Sebagai penghubung antar segmen medulla spinalis


SIRKULASI OTAK

Sirkulasi otak menerima + 20 % dari curah jantung atau 750 ml per menit.
Sirkulasi otak samgat di butuhkan karena otak tidak menyimpan makanan sementara mempunyai matabolisme yg tinggi.
Arteri2 yg mensuplai darah ke otak adl 2 arteri karotis interna dan 2 arteri vertebral.
Sistem saraf pusat tdk dpt di masuki beberapa zat yg ada dlm sirkulasi karena adanya barier darah otak.



SARAF OTONOM
Saraf otonom disebut jg saraf tak sadar yaitu saraf2 yg bekerjanya tidak dpt di sadari dan bekerja secara otomatis.
Contoh saraf otonom adl sekresi semua digestive ( sal. pencernaan),
Sekresi kel. Keringat,aktivitas kelenjar endokrin,aktivitas jantung dll.
Menurut fungsinya susunan saraf otonom di bagi 2 yaitu

1. Sistim simpatis
     Fg serabut saraf simpatis adl :
-         mensarafi otot jantung
-         mensarafi pembuluh darah
-         mempertahankan tonus semua otot sadar
-         mensarafi kelenjar keringat


2. Sistim parasimpatis
Fg serabut saraf parasimpatis
-         merangsang sekresi kelenjar air mata
-         mensarafi kelenjar ludah
-         mensarafi sebagian besar alat tubuh yaitu jantung,paru-paru,ginjal,hepar dll
-         mensarafi kolon,sigmoid,rectum,vesika urinaria,dan alat kelamin

Saraf simpatis dan saraf parasimpatis bekerja secara berlawanan
Contoh : rangsangan simpatis mempercepat denyut jantung sedangkan rangsangan parasimpatis memperlambat denyut jantung dsb



GERAK REFLEKS

Gerak refleks adl suatu gerakan yg terjadi secara tiba-tiba di luar kesadaran kita.
Proses terjadinya gerak refleks sbb :
Organ sensorik menerima impuls ( kulit ) menghantarkan impuls ke sel ganglion dan diteruskan menuju pd kornu posterior medulla spinalis
Sumsum tlg belakang menghubungkan antara impuls menuju kornu anterior medulla spinalis,sel saraf motorik menerima impuls tsb dan menghantarkan ke serabut motorik dan organ yg menerima impuls melaksanakan gerakan.
Penyebab timbulnya gerak refleks adl
-         Terkena benda yg panas
-         Tersentuh benda yg panas
-         Kerena suatu peristiwa
-         Terkena benda tajam dll

INFERTILITY PRIA

INFERTILITY

THE DEFINITION of INFERTILITY

WHO manual for the  standardized investigation, diagnosis and management of the infertile male,WHO Cambridge  University, Press, 2000.
Infertility is defined as no conception after at least 12 months of unprotected intercourse
The time limit of 12 months is arbitary, but corres-
  -ponds with the fact that majority (approximately
  85%) of couples who achive pregnancy spontaneously
  will do so within 12 months
Frequency  . . . .         /weeks - month
Timing      . . . .           Regulated/not Around ovulationInterval


Management of male infertility
1. History - taking
2. Clinical assessment of male infertility
3. Laboratory and additional technical  investigation
4. Male diagnostic categories
5. Treatment

. HISTORY - TAKING
1. Infertility - primary
                        secondary
2. Duration of infertility


3. Previous investigations and / or treatment for infertility
4. History of disease with possible adverse effect on
   fertility
a. Fever : > 38.50 C ® ¯ spermatogenesis 6 months
b. Medical interventions
ä          chemotherapy
ä          hormone treatments
ä          anti hypertension - anti diuretic
ä          ulcus pepticum drugs

4. History of disease with possible adverse effect on fertility
c. History of surgery
ä          general anesthesia ®¯spermatogenesis 3-6 months
ä          cryptorchidy
ä          hydrocelectomy
ä          varicocelectomy
ä          testicular biopsy
ä          prostatectomy
ä          vasectomy
ä          hernia repair
d. History of urinary tract infection
ä          dysuria
ä          urethral discharge
ä          pyuria -  hematuria
ä          freq of micturation
                                      ¯
ä          number of occurences
ä          Treatments


e.Sexually transmitted diseases
ä          gonorrhoea
ä          syphilis
ä          chlamydia trachomatis
ä          lymphogranuloma venereum
ä          mycoplasma
ä          herpes genitalis
f. Epididymitis - orchitis
g. Other causes
â          mumps orchitis
â          testicular injury
â          testicular torsion
â          environmental/occupational and life style factors :
ü  ­ temperature
ü  heavy metals : lead, cadmium,mercury, carbon, disulphide
ü  pesticides, herbicides                                    
ü  alcohol
ü  tobacco/marihuana  
h. Sexual and ejaculatory function :
ä          penile deformity
ä          erectile impotence
ä          anejaculation
ä          premature ejaculation
ä          retograde ejaculation

i.                    Psychological problem


II. CLINICAL ASSESSMENT OF MALE INFERTILITY
A. Physical examination
    General examination
ä         height    : Klinefelter
ä         weight                : obesity, Turner
ä         blood pressure              : drugs
ä         body hair distribution : hypoandrogenism
ä         gynaecomastia              : hyperoestrogenism          

B. Inguinal : scar 
               inguinal lymphnodes
               hernia
II. CLINICAL ASSESSMENT OF MALE INFERTILITY
C. Genital
            1. Penis :         - phymosis
                        - epi/hypospadia,scar, induration,
                                    - size
            2. Urethra :- stricture
                                    - discharge
                                    - ulceration
            3. Scrotal sac swelling :
                                    - hernia,
                                    - hydrocele,
                                    - varicocele
                                    - tumor

             4. Testes :
ä          location : - incomplete descent : high, inguinal,                                         impalpable
                                    - ectopic testes
                                    - retractile
ä          testicular volume  : 1) Caliper             
                          2) Prader orchiometer
                                  3) Takihara orchidometer
                          4) USG
ä          tescicular consistency : normal/soft/hard
ä          Pain

              5. Epidydimis :
ä          Regular outline, soft
ä          Position
ä          Consistency
ä          Pain
ä          Cyste deformity
ä          Granulomata

              6. Vasa deferentia
ä          Thin, firm, cord like structure
                    ¯
   Agenesis - uni / bilateral





III. LABORATORY INVESTIGATION
A.Semen analysis
            WHO 80, 87, 92, 2000
â                     Seminal plasma
â                     Spermatozoa - concentration
                                    - motility
                                    - morphology
â          Other cells
B. Tests on blood and serum
â          Rutine blood tests
â          Specific test - chlamydia trachomatis
                           - HIV
                           - antisperm antibodies

â         Hormone determinations
          Hypothalamus - hypophyse - testicular axis
ü  FSH
ü  LH
ü  Testosteron
ü  Prolactin
ü  Oestradiol
ü  Inhibin B
C. Tests on urine
â                     Infection : chlamydia trachomatis
â           Retrograde ejaculation
D. Chromosome and genetic analysis
â         Sperm cons < 5-10.106/ml
â         Karyotyping
E. Additional technical investigations
      1.Scrotal thermography :
            Confirm : subclinical/grade I varicocele
            (N) < 360 C
      2.Pocket Doppler
            Doppler/colour Doppler USG
     3.Sela tursica radiography /CT-scan-hypothalamo-pituitary region

F. Testicular biopsy
â         Unexplained azoospermia
                      { Testicular volume - FSH (N) }
â         Testicular malignancy / Ca-insitu
â         ICSI

SEMEN CLASIFICATION
.A.  Seminal plasma
â         Colour
â           Odour
â           Coagulation/liquefaction
â           Viscosity (consistency)
â           pH (7.2 - 8.0)
â           Volume         *  Aspermia
                           (2-6 ml)        *  Hypospermia
                                                *  Polyspermia
B. Spermatozoa
â         Concentration :
                     (20-250.106/ml)

- Azoospermia
- Cryptozoospermia
- Extreme oligozoospermia
   (< 5.106/ml)
- Oligozoospermia
   (5 - 20.106/ml)
- Normozoospermia
   (20 - 250.106/ml)
- Polyzoospermia
   (> 250.106/ml)
-  Motility : asthenozoospermia
            a : > 25%
            a + b > 50%
  - Morphology : teratozoospermia
            > 30%
            Strict criteriae - Kruger’s  cirteriae

C. Others
â         Agglutination
â           Leucocyte < 1 x 106/ml
â           Bacteriae
â           Fungus : hypha / spora
â           Crystals
â           Debris
â           Protozoa



GOOD LUCK